Paket Wisata Jogja: Museum Batik Jogja

  • Whatsapp
paket wisata jogja 1 hari

Dengan Paket Wisata Jogja, yuk kunjungi Museum Batik Jogja—Museum Batik Jogja merupakan museum batik pertama di Yogyakarta yang diprakarsai oleh Hadi Nugroho. Karena Hadi Nugroho merupakan pemilik atas Museum Batik Jogja ini, Museum Batik Jogja pun lantas berstatus sebagai Museum Batik Jogja swasta. Kepedulian pasangan suami istri Dewi dan Hadi Nugroho terhadap batik membuat eksistensi Museum Batik Jogja ini terus berjalan hingga saat ini dari awal diresmikannya pada tahun 1977 silam. Museum yang diresmikan oleh Kanwil P&K Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki luas 400 meter persegi. Sejak berdirinya, kini  Museum Batik Jogja ini memiliki koleksi lebih dari 1.200 batik yang terdiri dari 500 lembar kain batik tulis dan 560 batik cap. Untuk alat-alatnya, Museum Batik Jogja memiliki 124 canting dan 35 wajan, serta bahan pewarna, termasuk malam. Keseriusan pasangan Dewi dan Hadi Nugroho dalam mengelola museum ini terus melahirkan banyak prestasi. Misalnya, Museum Batik Jogja ini pernah mendapatkan pengahargaan dari MURI untuk sebuah karya yang disebut sebagai Sulaman Terbesar pada tahun 2000. Sulaman terbesar ini berupa batik yang berukuran 90 x 400 cm2. Prestasi Museum Batik Jogja ini tak sampai di situ, pada tahun 2001 ia memperoleh penghargaan lagi dari MURI karena dianggap sebagai pemrakarsa berdirinya Museum Sulaman pertama di Indonesia.

Khusus untuk koleksi batik, dari ribuan yang dimilikinya tidak semuanya batik khas Yogyakarta lho, Sahabat Paket Wisata Jogja. Namun, kumpulan batik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain batik khas Yogyakarta, juga terdapat batik khas Solo, batik khas Pekalongan, dan khas dari daerah-daerah lain. Dari segi bentuk pun, juga terbagi ke dalam kain panjang, sarung, selendang, dan masih banyak lagi. Untuk motifnya juga ada berbagai macam motif yang dikoleksi oleh Museum Batik Jogja ini. Di antaranya motif pesisiran, terang bulan, pinggiran, dan motif esuk-sore. Dari sekian banyak koleksinya, ada beberapa yang paling terkenal, yakni Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik/kelengan (1880-1890) buatan seorang wanita Belanda EV, Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama, dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak koleksi batik tua yang dimiliki Museum Batik Jogja, yang paling tua di antara yang lain ialah batik yang terbuat pada tahun 1840. Dan, tentu saja meskipun mengoleksi batik-batik tua yang memiliki nilai historis, Museum Batik Jogja juga mengoleksi batik-batik hasil karyanya sendiri. Yang menarik dari batik-batik yang merupakan karyanya sendiri ini, terdapat batik sulaman yang menggambarkan wajah para tokoh-tokoh nasional, baik yang kekinian, maupun pahlawan nasional. Tak hanya tokoh-tokoh nasional, tetapi juga tokoh-tokoh mancanegara.

Ada banyak manfaatnya lho berkunjung ke Museum Batik Jogja ini. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh di sini ialah fasilitas workshop membatik yang bertarif Rp40.000,- per orang. Dengan fasilitas ini, pengunjung akan diajari cara membatik. Dari kebanyakan orang yang pernah belajar mebatik di Museum Batik ini, biasanya akan langsung bisa hanya sekali workshop. Jadi, jangan sampai tidak mengikuti workshop ini ya. Karena kalau sampai tidak ikut, sayang sekali. Sebab, kapan lagi akan mendapatkan kesempatan belajar membatik langsung dari museumnya dan diajari oleh ahlinya langsung. Museum yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo No. 13 A Yogyakarta ini memiliki jadwal buka pada hari senin sampai sabtu pukul 09—15.00 WIB. Untuk hari minggu dan hari besar nasional tutup. Jika kalian ingin datang ke sini bersama rombongan, kalian bisa menghubungi pihak museum terlebih dahulu dengan minimal jumlah anggota 5 orang. Nah, sekarang bagaimana kalian bisa sampai ke Museum Batik Jogja? Langsung saja hubungi Raskita yang menawarkan banyak sekali Paket Wisata Jogja murah. Dapatkan Paket Wisata Jogja Mulai dari Paket Wisata Jogja 1 hari sampai dengan Paket Wisata Jogja 5 hari 4 malam, serta Paket Wisata Jogja honeymoon. Setiap Paket Wisata Jogja tersebut dibagi-bagi lagi ke dalam beberapa tipe. Setiap tipe memiliki daftar objek wisata yang berbeda dengan tipe lain. Dari segi harga juga memiliki perbedaan antara satu tipe dengan tipe lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *